Minggu, 19 April 2015

Antara Aku dan Hujan

Saat hujan turun, saat itulah entah mengapa aku merasa menjadi tentram. Sepertinya ada sepercik ketenangan dan kedamaian bersama turunnya derai air dari langit itu. Tanpa disadarai, Hujan telah  memberiku kesempatan untuk terdiam dan melamun. Lamunan yang membawaku kepada perjalalan hidup, impian, bahkan cinta. 

Memandang tetesan hujan dari jendela membuatku seakan-akan memaksaku untuk masuk didalamnya, untuk merasakan suasana yang sepertinya dingin, sejuk, dan segar. Namun nyatanya aku hanya bisa menatap kumpulan tetesannya yang bersatu menjadi gumpalan-gumpalan air yang mengalir menuruni kaca jendela. Seolah-olah  mereka tak mampu untuk masuk bersamaku, hingga rela untuk luruh jatuh ke tanah tanpa menyentuhku.

Hujan dimalam ini, semakin membawaku kepada keheningan. Sepertinya aku ingin membuat sebuah kesepakatan dengan hujan. Aku meminta kepadanya, untuk selalu membuatku tentram bersama dengan gemerciknya suaranya itu. 

Malam ini aku masih terjaga, karena hujan ini nyatanya mampu menentramkanku.

Rabu, 15 April 2015

Malam ini,,,, Aku telah bersamamu

Sebenarnya  aku selalu mengharapkan bertemu denganmu
Di tempat yang sekiranya hanya menjadi milik kita berdua
Dan sebuah kata yang lebih bermakna dari  aku cinta kamu 
adalah “ aku selalu ada untukmu”
kusampaikan dengan segenap kesungguhan .

Malam itu  ,,, dinginnya  membuat jiwaku  terasa sepi.
Aku hanya bisa terdiam dengan  penuh kesedihan
Mengharapkan keberadaanmu disisi dengan sebuah senyum
Senyuman dan canda yang mampu menghapus jiwa yang sepi .

Doaku selalu tersampaikan kpd-Nya dengan penuh harapan, 
semoga suatu saat nanti Kita dipertemukan.
Kemudian kita hidup bersama untuk menciptakan ketentraman  juga kebahagiaan
Bersama-sama melangkah demi menepati janji cinta  suci
Cinta yang abadi,  sampai akhir nanti.

Malam ini,,,, Aku telah bersamamu....