Minggu, 19 April 2015

Antara Aku dan Hujan

Saat hujan turun, saat itulah entah mengapa aku merasa menjadi tentram. Sepertinya ada sepercik ketenangan dan kedamaian bersama turunnya derai air dari langit itu. Tanpa disadarai, Hujan telah  memberiku kesempatan untuk terdiam dan melamun. Lamunan yang membawaku kepada perjalalan hidup, impian, bahkan cinta. 

Memandang tetesan hujan dari jendela membuatku seakan-akan memaksaku untuk masuk didalamnya, untuk merasakan suasana yang sepertinya dingin, sejuk, dan segar. Namun nyatanya aku hanya bisa menatap kumpulan tetesannya yang bersatu menjadi gumpalan-gumpalan air yang mengalir menuruni kaca jendela. Seolah-olah  mereka tak mampu untuk masuk bersamaku, hingga rela untuk luruh jatuh ke tanah tanpa menyentuhku.

Hujan dimalam ini, semakin membawaku kepada keheningan. Sepertinya aku ingin membuat sebuah kesepakatan dengan hujan. Aku meminta kepadanya, untuk selalu membuatku tentram bersama dengan gemerciknya suaranya itu. 

Malam ini aku masih terjaga, karena hujan ini nyatanya mampu menentramkanku.

0 komentar:

Posting Komentar